“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan
kalian mencintai mereka, mereka mendo’akan kalian dan kalian mendo’akan
mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci
kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian
mengutuk mereka.” Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kita
memerangi mereka?” maka beliau bersabda: “Tidak, selagi mereka
mendirikan shalat bersama kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin
kalian sesuatu yang tidak baik maka bencilah tindakannya, dan janganlah
kalian melepaskan ketaatan kepada mereka.”
“Barang siapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah.
Dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat
kepada Allah. Dan barang siapa yang taat kepada pemimpin berarti dia
telah taat kepadaku. Dan barang siapa yang bermaksiat kepada pemimpin
berarti dia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya imam (pemimpin)
adalah laksana benteng, dimana orang-orang akan berperang mengikutinya
dan berlindung dengannya. Jika dia memerintah dengan berlandaskan taqwa
kepada Allah dan keadilan, maka dia akan mendapatkan pahala. Namun jika
dia berkata sebaliknya maka dia akan menanggung dosa”.
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada
hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya (hari kiamat); (yaitu)
Pemimpin yang adil…”
“Allah Azza wa Jalla menghapuskan ilmu agama tidak dengan cara
mencabutnya secara langsung dari hati umat manusia. Tetapi Allah akan
menghapuskan ilmu agama dengan cara mewafatkan para ulama, hingga tidak
ada seorang ulama pun yang akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat
para pemimpin yang bodoh. Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu
dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa berlandaskan ilmu hingga
mereka tersesat dan menyesatkan.”
“Barangsiapa melihat pada diri pemimpinnya ada sesuatu yang ia benci
hendaknya ia bersabar, sebab siapa yang memisahkan diri dari Jama’ah
walau sejengkal kemudian dia mati, maka matinya seperti mati
Jahiliyyah.”
“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang dhalim, atau pemimpin yang dhalim.”
“Tidak ada seorang pemimpin pun yang memimpin sepuluh orang, kecuali
ia akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan tangannya terbelenggu
ke lehernya, tidak ada yang bisa melepasnya kecuali keadilan atau dia
akan celaka karena kezhaliman.”
“Sesungguhnya kalian akan bersaing untuk mendapatkan kekuasaan, dan
sesungguhnya kekuasaan itu akan menjadi penyesalan dan kerugian,
kepemimpinan itu memang sungguh nikmat awalnya, tapi sungguh buruk
akhirnya.”
“Janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan
dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong, dan jika kamu diberinya
karena meminta, maka kamu akan ditelantarkan.”
“Tidaklah seorang pemimpin yang menutup pintu rumahnya karena tidak
mau melayani orang yang memerlukan, fakir miskin, dan sangat
membutuhkan, kecuali Allah akan menutup pintu langit karena kefakiran,
kesulitan dan kemiskinannya.”
“Sesungguhnya meminta-minta itu (berakibat) seseorang mencakar-cakar
wajahnya di hari kiamat, barangsiapa mau, hendaklah ia tinggalkan,
kecuali jika seseorang meminta kepada pemimpin atau meminta sesuatu yang
harus ia dapatkan (meminta haknya).”
Seorang bertanya kepada Rasulullah SAW: Bagaimana pendapat baginda
jika para pemimpin kami menahan hak hak kami sementara mereka menuntuk
hak mereka kepada kami? Rasulullah SAW menjawab: “Mendengar dan taatlah
kalian, karena kewajiban mereka adalah apa yang mereka emban dan
kewajiban kalian adalah apa yang ada pada kalian.”
“Sesungguhnya yang aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan.”
“Tidaklah seorang hamba yang Allah beri amanat kepemimpinan, namun
dia tidak menindaklanjutinya dengan baik, melainkan tak akan mendapatkan
bau surga.”
“Tidaklah seorang pemimpin yang Allah serahi untuk memimpin
rakyatnya, ketika meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan
Allah akan mengharamkan surga untuknya.”
“Untuk setiap pengkhianat akan ditegakkan bendera baginya pada hari
kiamat berdasarkan tingkat pengkhianatannya, dan tidak ada pengkhianatan
yang lebih besar dari pengkhianatan pemimpin rakyat, benderanya
dipusatkan didekat pantatnya.”
“Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka berbicara pada
hari kiamat, dan tidak mensucikan mereka.” “Dan tidak melihat kepada
mereka. Dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: yaitu orang tua yang
pezina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.”
“Berjihad adalah wajib atas kalian bersama seluruh pemimpin yang baik
maupun jahat. Shalat adalah wajib atas kalian di belakang setiap
muslim, yang baik maupun yang jahat dan walaupun ia telah melakukan
dosa-dosa besar. Dan shalat adalah wajib atas setiap muslim yang baik
maupun yang jahat, walaupun ia telah melakukan dosa-dosa besar.”
“Apa yang akan kalian lakukan apabila pemimpin kalian nanti
melaksanakan shalat bukan pada waktunya?” Seorang sahabat berkata; Apa
yang engkau perintahkan kepadaku apabila aku mendapatinya wahai
Rasulullah? Beliau menjawab: “Shalatlah pada waktunya, dan jadikanlah
shalat kamu bersama mereka sebagai nafilah (sunnah).”
“Akan datang suatu masa setelahku di mana para pemimpin kalian
mengakhirkan shalat, maka bagi kalian (tetap) mendapatkan pahala
sementara mereka mendapatkan dosa, maka tetaplah shalat di belakang
mereka selama mereka menghadap kiblat.”
“Tak akan baik keadaan sebuah kaum yang mengangkat wanita sebagai pemimpin urusan mereka.”
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta
pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala negara) adalah
pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang
suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung
jawaban atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan
rumah tangga suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan
rumah tangga tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan
harta tuannya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung
jawabnya tersebut”.
“Apabila ada tiga orang yang keluar dalam suatu perjalanan, maka
hendaknya mereka menunjuk salah seorang dari mereka sebagai pemimpin”
“Engkau telah beruntung wahai Qudaim (nama seorang sahabat), apabila
engkau meninggal dan tidak menjadi seorang pemimpin, sekretaris, dan
arif (orang yang bertugas mengatur permasalahan dan kemaslahatan umat).”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar